Negeri ini telah
menjadi lautan tak bernahkoda. Ombak tak tahu arah. Angin menghempas kencang.
Karang kokh bertahan. Badai bergebu. Ikan-ikan tak dapt hidup tenang lagi.
Hidup rakyat sekarang telah menjadi seperti ikan-ikan yang berada dalam lautan
tak bernahkoda. Sebagian menjadi penonton sebagian lainnya mengemis untuk
makan. Tak satupun yang peduli. Karang-karang berkhianat. Terayu tiupan angin
dan ombak kencang. Tak lagi melindungi ikan-ikan. Apa yang sebenarnya terjadi.
Dewa lautanpun tak kuasa mengakhiri ini, lebih baik baginya bersembunyi menutup
malu pada ikan-ikan. Presiden kau dimana? Rakyatmu membutuhkanmu. Kau yang
terbesar. Berikan kami harapan.
Bangkitkan nahkoda lautan ini. Kami membutuhkan itu. ombak-ombak ini terombang ambing. Berkelahi satu dengan lainnya. Karang yang kokoh tertunduk karena kehalusan tiupan angin. Apa yang telah terjadi sebenarnya. Limbah-limbah kedutaan telah mengambil aliih oksigen ini. Makanan ini. Kemana kita mencari. Jika kami masuk kelimbah maka sama saja dengan bunuh diri. Apa yang harus kami lakukan disini sebagai ikan-ikan kecil. KPK bertarung melawan Polri. Korupsi merajalela. Teroris menghantui. Teroris telah mempengaruhi Polri dan Koruptor telah mempengaruhi Polri. Sehingga KPK dan Polri bertanrung. Tak lagi memikirkan tugas merekan. Teroris dan Koruptor semakin senang akan hal ini. Apakah kalian tidak memikirkannya? Kami letih melihat ini semua. Hentikan. Kami mohon hentikan. Presiden kau kemana? Bantu kami!!!
Bangkitkan nahkoda lautan ini. Kami membutuhkan itu. ombak-ombak ini terombang ambing. Berkelahi satu dengan lainnya. Karang yang kokoh tertunduk karena kehalusan tiupan angin. Apa yang telah terjadi sebenarnya. Limbah-limbah kedutaan telah mengambil aliih oksigen ini. Makanan ini. Kemana kita mencari. Jika kami masuk kelimbah maka sama saja dengan bunuh diri. Apa yang harus kami lakukan disini sebagai ikan-ikan kecil. KPK bertarung melawan Polri. Korupsi merajalela. Teroris menghantui. Teroris telah mempengaruhi Polri dan Koruptor telah mempengaruhi Polri. Sehingga KPK dan Polri bertanrung. Tak lagi memikirkan tugas merekan. Teroris dan Koruptor semakin senang akan hal ini. Apakah kalian tidak memikirkannya? Kami letih melihat ini semua. Hentikan. Kami mohon hentikan. Presiden kau kemana? Bantu kami!!!
Kata mereka kita telah
merdeka namun apa yang kita lakukan sekarang. Negara sendiri yang menjajah
Negara sendiri. Apakah itu msuk akal? Iya. Itu masuk akal bagi Negara kita ini.
Dahulu pemuda menginginkan kemerdekaan karena mereka ingin hidup bahagia
bersama di Negara ini. namun Pemuda sekarang menginginkan kemerdekan hanya agar
mereka puas menyiksa Negara mereka sendiri tak ada campur tangan orang lain.
Negara ini sudah berubah. Orang tua yang menyuruh anak-anaknya untuk hidup
rukun namun mereka yang bertengkar dalam politik. Sungguh tak dapat dimengerti
Negara ini. Ayo bangkit pemuda-pemuda. Ikuti kata hatimu. Bawalah doa bersama
dirimu. Rubah Negara ini. Menjadi Negara yang akan kalian tempatkan esok ketika
kalian tak berdaya lagi. Ciptakan Negara tenang agar hidup kalian tenang ketika
kalian bermain dengan cucu kalian. Ayo bangkit. Tegakkan hokum Negara ini yang
telah runtuh oleh orang-orang yang tak tahu malu itu. ayo bangkit. Walaupun
mereka anggap kita hanya pemuda baru jadi yang tak bisa apa-apa. Ayo buktikan.
Tegakkan hukum ini dengan cara kita agar kita menikmati masa tua kita dengan
kebahagian dan persatuan. Bangkitlah negaraku!!!
Praya, Senin 08/10/2012
Reza Taufan Adhitya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar